Verifikasi Kelayakan Lapangan Calon Mitra Jagung Hibrida di Cirebon
Cirebon (3/6) – PT. Creativica Media Global (CMG) mengajukan permohonan lisensi sejak Februari awal 2026, namun demikian karena merupakan perusahaan yang baru dan belum pernah melakukan lisensi, maka Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP PH) perlu melakukan verifikasi lapang secara langsung, sedangkan pihak satker yakni BRMP Tanaman Padi dan BRMP Serealia, mengikuti secara online. Kegiatan ini merupakan tahapan krusial dalam proses permohonan lisensi beberapa varietas jagung hibrida unggulan milik BRMP yang diajukan oleh PT CMG.
Disebutkan oleh Direktur Operasional PT CMG, Bapak Aef Saefudin, bahwa perusahaannya merupakan bagian dari unit usaha yang saat ini ingin bergerak dibidang perbenihan jagung. Aef mengungkap keyakinan untuk melisensi varietas yang unggul hasil anak bangsa dan tidak ingin hanya mengandalkan impor. Awal mula berbisnis, perusahaannya bergerak dibidang riset dan sampai saat ini masih melakukan produksi pupuk organik dan memproduksi sejumlah bibit perkebunan secara kultur jaringan, jelasnya. Dengan kapasitas kepemilikan lahan yang memadai dan sejumlah sarana prasarana memang sedang dalam penyiapan, tambahnya saat berada di lahan yang saat ini sudah ada pertanaman jagung.
Nuning Nugrahani, Kepala BRMP PH, saat mendengarkan presentasi Company Profile PT CMG, memastikan setidaknya beberapa aspek yang penting, seperti komitmen pemanfaatannya dan cakupan produksinya nanti. Nuning menjelaskan bahwa pemberian izin lisensi yang umum dan sudah berjalan untuk varietas adalah produksi dalam kelas benih sebar. Sebelumnya, disampaikan oleh PT CMG keinginan melisensi 5 varietas jagung hibrida. Jumlah ini cukup banyak, biasanya untuk satu perusahaan mitra pelisensi hanya diberi 2-3 varietas saja.
Jayu, SE.Ak. MBA juga memperjelas adanya kewajiban penyetoran royalti sebesar 2,5% dari total penjualan selama satu tahun. Nilai ini sebetulnya masih belum memadai untuk membiayai perlindungan KI atas PVT jagungnya. Namun, kami menyadari atas perjuangan mitra dalam membangun peluang pasar dari varietas-varietas nantinya, jelasnya. Di tengah diskusi, hal kedua yang dipastikan Morina Pasaribu, selaku Ketua Timker Pengelolaan dan Pemanfaatan Hasil, bahwa PT CMG perlu menuangkan rencana bisnis secara tertulis, karena dari rencana ini menjadi dasar mengukur kinerja pemanfaatan dan penyediaan benihnya nanti, jelasnya.
Hal yang menarik dari sepanjang pelaksanaan verifikasi adalah optimisme dari calon mitra PT CMG untuk memproduksi benih skala industri besar dimana sepanjang diskusi disebutkan rencana produksi yang cukup besar dan kebutuhannya juga untuk jagung pipil pakan ternak, tambahnya. Ega Dwi Atmojo, S.E dari BRMP Tanaman Pangan dan Novia eka rahayu, S.P., M.Si dari BRMP Serealia menangkap hal ini, oleh karenanya sebagai satker teknis pengampu varietas jagung yang akan dilisensi, perlu mempersiapkan diri dan perlu sistem perencanaan agar kebutuhan tetua dari mitra-mitra nantinya harus benar-benar terukur. Berkenaan dengan hal ini juga, pihak Serealia menyarankan agar kerja sama dimulai dengan dua varietas terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kapasitas produksi benih tetua di balai.
Memastikan proses selanjutnya, diakhir kegiatan dimintakan agar seluruh persyaratan berupa list sarana prasarana dan aspek legalitas agar segera dapat disampaikan untuk dapat bergerak ke prosedur berikutnya yaitu mediasi kontrak kerja sama lisensi, tutup Morina.
Demi memastikan keberhasilan PT CMG dan menangkap optimisme tadi, Nuning juga menyarankan agar sebagai pembelajaran proses produksi benih jagung hibrida, dipersilahkan untuk bertandang ke Maros di Lokasi BRMP Serealia. Hal ini untuk memastikan bahwa keberhasilan penangkaran nanti dapat berjalan optimal, terlebih ini adalah peluang besar untuk penangkar di wilayah Jawa Barat yang memang belum ada, jelas Nuning mengakhiri pelaksanaan Verifikasi Lapang hari ini.